Ada sebuah cerita yang cukup menarik antara seorang petani dengan seorang kyiai. Ceritanya cukup sederhana namun mungkin sering kita alami dan mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya.
Alkisah terdapat seorang petani yang sedang mencari seseorang yang bijak. Setelah melewati 3 bukit dan ngarai, sang petani tiba di rumah seorang kyiai. Kyiai kemudian menanyakan maksud kedatangannya.
Petani (P) : Saya ingin bertanya, apakah kepiting sawah itu halal atau haram?
Kyiai (K) : Sebelum menjawab pertanyaan kamu saya ingin dulu bertanya, apakah kamu punya sawah?
P : Punya , Kyiai
K : Apakah di sawah yang kamu sedang tanami itu kamu bisa memancing belut?
P : Iya, kyiai, bisa
K : Apakah kamu punya empang?
P : Punya, Kyiai
K : Apakah di empangmu dipelihara aneka ragam ikan, sperti mujair, tawes, mas, nila, gurame?
P : Iya , Kyiai
K : Apakah kamu juga beternak ayam atau bebek seperti petani di sini?
P : Iya, Kyiai
K : Nah , kalau begitu, makan dulu saja itu semua, janganlah dulu kamu persoalkan kepiting sawah. Ayam, itik, ikan itupun mungkin tak habis kamu makan, jangan kamu susahkan hidupmu dengan persoalan kepiting sawah.
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds
























BlogoSquare