Mencoba untuk mengingat apa yg pernah dikisahkan beberapa ustadz mengenai akhlak Rasulullah S.A.W, mudah-mudahan dapat menjadi contoh dan pelajaran berharga bagi kita…
Suatu hari amirul mukminin Abu Bakar r.a. yang telah menjabat sebagai khalifah pertama bertanya kepada putrinya Aisyah r.a. yang juga merupakan istri dari Rasulullah S.A.W.
Abu Bakar r.a: Wahai anakku, aku telah menjadi khalifah menggantikan Rasulullah S.A.W, menurutmu apa yang telah Rasulullah S.A.W perbuat semasa hidupnya yang belum pernah aku perbuat?
Aisyah r.a. kemudian berpikir sejenak kemudian menjawab pertanyaan ayahnya
Aisyah r.a: Wahai ayah, sesungguhnya apa yang telah Rasulullah S.A.W perbuat telah engkau perbuat juga, tapi ada suatu hal yang belum engkau perbuat, yaitu, setiap hari biasanya Rasulullah S.A.W menghampiri pengemis tua yang berada di dekat pasar tersebut kemudian memberinya sepotong roti.
Mendengar jawaban tersebut kemudian Abu Bakar r.a bergegas untuk menemui pengemis yang dimaksudkan oleh putrinya tersebut.
Ketika menemukan pengemis tersebut kemudian Abu Bakar r.a mendekatinya, seketika itu juga alangkah kagetnya Abu Bakar r.a karena pengemis tersebut ternyata buta dengan keadaan yang memprihatinkan dan berasal dari kalangan bangsa yahudi.
Lebih dari itu ada yang membuat hati Abu Bakar r.a penuh amarah karena ketika ditemukan pengemis tersebut sedang memfitnah dan memaki-maki Rasulullah S.A.W ketika sedang meminta kepada setiap orang yang melintasinya. Namun, Abu Bakar r.a menahan amarahnya kemudian berjalan menghampiri sang pengemis untuk memberinya roti seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W.
Ketika tepat dihadapan pengemis tua tersebut Abu Bakar r.a langsung memberikan roti tersebut dan meletakkannya di tangan pengemis tua tersebut. Pengemis tua tersebut kemudian merasa heran kemudian bertanya kepada orang yang memberinya roti kepadanya.
Pengemis: Siapakan anda?
Abu Bakar r.a merasa kaget dan heran dengan pengemis tersebut kemudian menjawab pertanyaan pengemis tersebut.
Abu Bakar r.a: Saya adalah orang yang setiap hari memberimu roti ini
Pengemis: (dengan yakin menjawab) bukan, anda bukanlah orang yang biasa memberiku makanan
Abu Bakar r.a: (masih dengan perasaan heran) Wahai pak tua, bagaimana engkau tahu bahwa aku bukanlah orang yang biasa memberimu roti?
Pengemis: Orang yang biasa memberiku roti memiliki tangan yang halus, dan roti yang diberikannya adalah roti yang terbaik yang ada di pasar ini.
Pengemis: Dia tau gigiku sudah hampir tanggal semua, karena itu, dia melunakkan potongan roti tersebut kemudian dengan penuh kasih sayang menyuapkannya dengan sabar kemulutku, sepotong demi sepotong sampai roti tersebut habis.
Secara tidak sadar Abu Bakar r.a menitikkan air matanya mendengar penuturan pengemis tua tersebut.
Pengemis: (melanjutkan perkataanya) katakan kepadaku, dimanakah orang yang baik hati tersebut?, aku ingin sekali menjumpainya karena sudah lama orang tersebut tidak datang menemuiku.
Abu Bakar r.a semakin yakin bahwa setiap kali Rasulullah S.A.W menemui pengemis tersebut dan memberinya roti tidak pernah sekalipun memberitahukan namanya.
Abu Bakar r.a: Wahai pengemis tua, ketahuilah bahwa seseorang yang selalu memberimu makanan telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.
Abu Bakar r.a: Beliau adalah Muhammad Rasulullah S.A.W, orang yang selalu engkau fitnah dan engkau caci maki
Mendengar jawaban dari Abu Bakar, Pengemis tersebut secara spontan menangis tersedu-sedu, tidak disangka ternyata orang yang selalu memperhatikannya, memberinya kasih sayang dan makanan adalah orang yang selama ini paling ia benci, yang selalu ia fitnah dan caci maki, yaitu Muhammad S.A.W.
Kemudian diriwayatkan bahwa akhirnya pengemis tersebut mengucapkan syahadat langsung didepan Abu Bakar r.a.
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds
























BlogoSquare