Di zaman yang sudah serba digital seperti sekarang ini bukan berarti sistem manual konvensional ditinggalkan sepenuhnya, seperti pada kamera, semakin lama popularitas kamera digital semakin meningkat jauh meninggalkan kamera manual. Dimulai dengan suatu ketidaksengajaan, saya mulai tertarik dengan kamera film manual dan coba mencari tahu lebih jauh tentang kamera film. Kamera film ternyata masih memiliki fans setianya sendiri, terutama jenis kamera manual nan jadul seperti tipe single-lens reflex, rangefinder, twin-lens reflex atau tipe yang lainnya.
Ada juga kamera manual yang disebut dengan toys camera, yang cukup populer saat ini adalah kamera lomo (english: Leningrad Optical-Mechanical Amalgamation) yang pada awalnya adalah kamera buatan Rusia kemudian di produksi kembali oleh Lomographic Society International. Lomo dan toys camera yang lain sebenarnya tidak atau kurang cocok untuk fotografi yang serius tetapi lebih cocok untuk seru-seruan aja. Toys camera sendiri memiliki karakteristik image yang agak blur dan soft focus tetapi kadang kala hasilnya bisa tidak terduga ;-).
Sekarang ini saya sendiri jadi agak bingung untuk memilih kamera manual antara kamera slr dengan kamera lomo, kecenderungan sih pengen kamera film slr tetapi kalo melihat hasil jepretan kamera lomo kayaknya seru dan unik juga. Coba ambil aja dua-duanya ah tinggal diatur aja yang mana yang diprioritaskan duluan dan mana yg belakangan, kalau sudah punya kan tinggal hunting-huntingnya aja nih. ^^
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds
























BlogoSquare