headermask image

header image

Kronologis Dan Fakta Dibalik Agresi Israel Ke Gaza

Agresi Israel terhadap Jalur Gaza yang dimulai 27 Desember 2008 dan berakhir setelah hampir satu bulan ternyata merupakan sebuah akumulasi rencana Israel terhadap rakyat Palestina. Berbagai perkembangan yang terjadi di Palestina, khususnya di Gaza membuat Israel melakukan manuver-manuver yang tak mereka duga. Inilah perjalanan agresi Israel di Jalur Gaza dengan beberapa fakta di baliknya.

1.) Tahun 2005, Isarel memerintahkan semua orang Yahudi yang masih ada di Jalur Gaza untuk pindah dan mengonsentrasikan diri ke Tepi Barat. Salah satu dari penarikan besar-besaran ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan Hamas.

2.) Tahun 2006, Hamas memenangi pemilu dengan telak, sesuatu yang tak diduga-duga oleh Israel dan pihak manapun. Mereka tadinya sudah menginstalasi Fatah sebagai institusi resmi Palestina, namun betapa shocked dan ngerinya Israel ketika realitas yang ada ternyata menunjukan rakyat memilih Palestina.

3.) Sekitar 70% Hamas adalah anggota Ikhwan. Ini seperti dikatakan oleh salah seorang anggota Hamas yang tak ingin identitasnya diketahui banyak orang. Imam Hasan Al-Bana mempunyai ikatan sejarah yang kuat dengan Hamas dan Palestina. Ikhwan mempunyai kewajiban untuk terlibat langsung dalam perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan Israel. Usai kemenangan Hamas dalam pemilu 2006 itu, Israel mulai menyadari jika inti perlawanan Palestina adalah Hamas.

4.) Tiga bulan setelah kemenangan Hamas, Israel mengajak semua negara Barat dan juga AS untuk memboikot hasil pemilu itu. Salah satu bentuk kongkret boikot Israel adalah dengan cara menutup Gaza dari dunia luar. Mengapa Jalur Gaza dan tidak daerah Palestina lainnya? Bisa dikatakan daerah lainnya sudah berada dalam kekuasaan Israel melalui otoritas Fatah. Kedua, Gaza menjadi semacam base-camp Hamas dan rakyat Palestina yang tak akan pernah mundur dari penjajahan Israel. Pada periode ini, Gaza hanya ditutup dari akses dunia luar saja. Isolasi pada tiga bulan pertama ini dimaksudkan agar rakyat Palestina menyalahkan Hamas—dengan Hamas memenangi pemilu, maka dunia menutup Gaza.

5.) Setelah tiga bulan pertama tersebut, kenyataannya, warga Gaza khususnya, dan rakyat Palestina umumnya, semakin komit dan percaya terhadap Hamas. Mereka semakin yakin bahwa bersama Hamas, Palestina akan mempertahankan tanahnya dan merebut apa yang telah dirampas oleh Yahudi.

6.) Israel makin pening menghadapi bukti seperti itu. Mereka kemudian mencabut listrik dan air di Jalur Gaza untuk tiga bulan berikutnya. Israel berharap dengan melakukan tindakan seperti ini, warga Gaza akan mulai menunjukan kebencian terhadap Hamas. Seperti yang diketahui oleh dunia, Gaza tetap bisa survive dan seperti asyik menyiapkan banyak hal di tengah kepungan Israel itu.

7.) Tiga bulan berikutnya (berarti sudah hampir 1 tahun sejak pemilu 2006), Israel benar-benar menutup semua kebutuhan hidup untuk Gaza. Mulai dari obat-obatan, listrik, air, sampai juga tidak ada jalur keluar dan masuk bagi rakyat Gaza untuk keluar dari daerahnya.

8.) Menjelang akhir 2008, bertepatan dengan akan segera lengsernya George Bush dan dilantiknya Barack Hussein Obama di AS, Israel menggempur Gaza. Mereka menargetkan penyerangan ini hanya untuk beberapa hari, namun kenyataannya setelah hampir satu bulan, mereka tidak berhasil menaklukan Gaza. Walaupun Gaza lebur dan lebih dari 1000 orang tewas, tidak ada satupun misi Israel yang tercapai. Sekitar hari ke-10 masa agresi, banyak tentara Israel yang stress dan minta dipulangkan, karena takut menghadapai perlawanan Hamas dan rakyat Palestina secara langsung.

9.) Selama agresi berlangsung, kurang lebih sebulan, sekitar 500 anak Palestina tewas. Namun pada saat yang sama, banyak terjadi kelahiran di Gaza, dan yang menghebohkan adalah kelahiran itu hampir rata-rata kembar, paling sedikit 2 bayi. Sekarang diperkirakan ada 5000 bayi baru di Gaza yang lahir selama agresi Israel berlangsung.

10.) Di seantreo dunia, dukungan paling besar yang datang untuk Palestina berasal dari Indonesia. Lebih dari Rp. 50 milyar disumbangkan oleh Indonesia hanya dalam kurun waktu kurang 1 bulan saja, baik dari pribadi yang dikumpulkan secara kolektif ataupun institusi, dan ini melebihi sumbangan rakyat manapun di semua negara yang konsern terhadap Palestina. Rakyat Palestina terharu dan tak akan pernah melupakan rakyat Indonesia. Jika kebetulan kita berbincang dengan rakyat Palestina, baik melaui on-line ataupun secara langsung, niscaya kita akan merasakan langsung pengakuan dan penghormatan dari mereka akan hal ini.

11.) Gaza hanya dijadikan sebagai sasaran antara saja. Tujuan Israel tetap walau bagaimanapun adalah menguasai Masjidil Aqsa. Gaza hanya dijadikan sebagai pengalih perhatian umat muslim agar lupa pada Masjidil Aqsa.

Sumber: Eramuslim.com

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

6 Comments so far (Add 1 more)

  1. ISRAEL HARUS MENGAKUI BAHWA DIRINYA KALAH, BANGKRUT DAN PENGECUT

    1. rosiana febriyanti on February 7th, 2009 at 11:10 am
  2. KETEGANGAN ISRAEL DAN HAMMAS TAK AKAN BERAKHIR SAMPAI ISRAEL ENYAH DARI MUKA BUMI INI

    2. rosiana febriyanti on February 7th, 2009 at 11:09 am
  3. Believe me juga deh perjuangan di meja hijau ngga akan banyak menguntungkan bangsa Palestina walaupun cara tersebut harusnya juga perlu diusahakan, soalnya menurut gw, Israel juga ngga punya itikad baik mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.
    PBB boleh aja memprotes tindakan Israel tapi gw yakin ngga akan digubris sama sekali deh. loe juga pastinya tau dong negara yang paling banyak melanggar resolusi PBB dan yang ngga mau menandatangani perjanjian nuklir internasional

    3. admin on February 2nd, 2009 at 12:27 pm
  4. Ya sperti gw bilang, baik Hammas mau pun Israel gak ada yang bener. Tapi masalahnya kronologis lo berat sebelah. Kalau kasusnya seperti itu, Israel akan seperti Serbia. Believe me, Hammas bukan sekedar \’hanya\’.

    Di mana2 pendekatan perang takkan pernah menyelesaikan masalah. Ketika PLO (Fattah) memimpin Palestina, Israel gak berani menyerang. Bahkan, mereka membongkar pemukiman Yahudi dari Tepi Barat. Kalau Hammas memang berniat membela rakyat Palestina, mereka bisa membawa kasus ini ke meja internasional seperti PLO dulu.

    Masalah kedua belah pihak adalah karena adanya ketegangan rasialis antara Yahudi dan sekitarnya. Dengan adanya perdamaian, rasa rasialisme itu bisa dihapuskan perlahan-lahan.

    4. jpmrblood on January 29th, 2009 at 2:34 pm
  5. mungkin bagi Israel dan kebanyakan orang bahwa roket Hamas menjadi penyebab agresi tsb… tapi mungkin kita lupa bahwa Israel lah yg terus menerus menindas rakyat Palestina. mereka memblokade, mengisolasi, mengusir bahkan membunuh, memperluas daerah kekuasaan di tanah Palestina dan hal seperti ini yg kita semua mungkin kurang tahu (atau ngga mau tahu)…

    mungkin (pendapat gw aja nih) Hamas ‘hanya’ berusaha membalas (jika tidak mau disebut berjuang demi bangsa-nya) perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina dengan mengirim roket-roket mereka ke pendudukan Israel.

    5. admin on January 28th, 2009 at 10:52 pm
  6. Jangan menyembunyikan fakta bahwa roket-roket Hammas yang memancing agresi militer Israel. Hammas sama bersalahnya dengan Israel dengan menempatkan warga sipil di tengah peperangan mereka dengan Israel.

    Mari berpikir jernih, berapa negara yang akan menjadi *HOSTILE* terhadap Israel apabila Masjid Al-Aqsa mereka bumihanguskan? Mereka tidak akan sebodoh itulah.

    Dari perang ini, Hammas dapat dukungan dari sebagian besar orang dan mereka semakin terkenal dan *didengar*. Untuk pihak Israel, perang ini mengukuhkan partai berkuasa bagi pemilu di Israel yang tidak lama lagi.

    It\’s all about money and power.

    6. jpmrblood on January 27th, 2009 at 11:18 pm

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*