headermask image

header image

Ramadhan Bulan Tarbiyah dan Investasi

Dikisahkan ada dua orang anak, adik dan kakak, masing-masing berusia 8 dan 10 tahun. Mereka ditinggal mati Sang Ayah akibat kecelakaan di saat usia mereka 5 dan 7 tahun. Menjelang awal Ramadhan, mereka berdua saling berboncengan naik sepeda pancal menuju makam Sang Ayah.

Setelah sampai di tempat pemakaman Sang Ayah, sepedanya disandarkan di pagar pemakaman. Sang kakak menggandeng tangan adiknya menuju pusara Sang Ayah. Mereka berdua duduk bersila di dekat pusara Sang Ayah, sambil membaca Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas.

Empat surah itu saja yang mereka baca secara berulang-ulang. Setelah mereka membaca surah-surah tersebut Sang Kakak memimpin doa dan adiknya ikut mengaminkan. Doa yang dibacanya pun tampak seperti lazimnya yang dibaca oleh orang lain yaitu: Rabbighfirlii wali walidayya warhamhuma kamaa robbayaanii shoghiiroo (Ya Allah, Ya Tuhanku, ampunilah aku, dan kedua orang tuaku dan kasih sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik dan mengasihsayangiku di waktu kecil).

Mereka membacanya secara berulang-ulang dan ditutup dengan doa Robbana aatina fiddunya hasanah wafil aakhiroti hasanah waqina ‘adzabannar. Sambil berbinar-binar mata mereka berdua, mereka tinggalkan pusara Sang Ayah, mereka kembali pulang sambil berboncengan menuju rumah yang amat sederhana, di mana ibu mereka sedang menunggu.

Kisah di atas menggambarkan Sang Ayah termasuk orang yang berhasil melakukan investasi kehidupan. Meskipun dia hanya sempat berinvestasi selama 5 dan 7 tahun, dia telah menerima pengembalian, buah dari investasi yang pernah dia lakukan.

Bagaimana dengan kita semua, betapa malunya kita, meskipun orang tua kita telah mengantarkan sampai kita lulus perguruan tinggi, bahkan sampai kita berkeluarga, ternyata kita masih terlalu sering membuat jengkel hati kedua orang tua kita. Kita masih belum mampu sepenuhnya membahagiakan kedua orang tua kita.

Percayalah, apa saja kebaikan yang pernah kita lakukan, merupakan investasi. Pada saatnya insya Allah kita akan memetik buah investasi itu, selama kita tidak merusaknya sendiri dengan cara menyebut-nyebut, riya’, mengungkit-ungkit, dan menyakitkan hati si penerima investasi. (QS 2:264).

Memasuki Ramadhan, kisah ini perlu direnungkan. Kenapa? Karena pada Ramadhan inilah suasana dan lingkungannya memungkinkan dan mendorong kita melakukan kontemplasi, introspeksi spiritual terhadap apa-apa yang telah, belum, dan akan kita lakukan.

Terhadap ayah dari dua anak tadi, sesungguhnya dia merupakan orang tua yang telah melakukan pendidikan terhadap kedua anaknya, sekaligus melakukan investasi yang tepat dan benar. Kata investasi adalah kata yang bagi kebanyakan orang seringkali dikaitkan dengan kesediaan untuk melepaskan kepemilikannya demi masa depan. Baik masa depan yang sifatnya kekinian (di dunia ini) maupun masa depan yang sifatnya kenantian (nanti di akhirat).

Buah masa depan hanya dapat digapai, bila dan hanya bila kita telah pernah menanamnya. Oleh karena itu, tepatlah sebuah pepatah: man zaro’a hashoda (barangsiapa yang menanam akan memetik hasilnya) atau yang dirumuskan dalam formula Return of Investment (ROI). Mengapa kita harus dan bersedia berinvestasi? Hampir semua jawaban selalu mengaitkan dengan keyakinan akan adanya pengembalian yang lebih baik di masa depan, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan.

Seorang petani yang menaburkan benih padi di hamparan sawah, karena sang petani memiliki keyakinan, bahwa benih padi yang baik tadi akan tumbuh dan menghasilkan padi jauh lebih banyak dari benih yang telah dia taburkan. Syarat kedua, sang petani harus dengan sabar merawatnya, insya Allah pada saatnya nanti, padi tersebut akan tumbuh dengan baik dan memberikan hasil.

Hasil investasi tadi tidak lain untuk memenuhi kebutuhan, dan sukses dalam kehidupan kalau kita bisa memenuhi kebutuhan. Demikian, kata para ahli hikmah. Dan puncak kebutuhan itu terjadi pada saat, apabila kemungkinan partisipasi orang lain dalam memenuhi kebutuhan tersebut sangat kecil. Atau dalam bahasa yang lain, dalam memenuhi kebutuhan tersebut, semata-mata tergantung pada diri kita sendiri.

Ada dua saat, tiap orang akan mengalami puncak kebutuhan, yaitu pada saat sakarotul maut (menjelang kematian) dan di saat kita telah dimakamkan. Pada saat sakarotul maut itu, yang menjadi kebutuhan kita (dalam Islam) adalah kita tetap berpegang teguh kalimah tauhid: Laa Ilaaha Illallah, Muhammadan Rasulullah. Di saat-saat seperti ini, tidak banyak orang yang akan berpartisipasi untuk memenuhi puncak kebutuhan kita. Paling-paling anak, istri, suami atau keluarga dan sahabat dekat. Pendek kata, hanya orang-orang yang memiliki emotional attachment dengan kita yang berpartisipasi dalam memenuhi puncak kebutuhan tersebut.

Itulah sebabnya, mengapa kita tidak menjenguk orang yang sedang opname di rumah sakit, meskipun kita tiap hari lewat di depan rumah sakit tersebut. Dan meskipun kita sadar sesadarnya, bahwa menjenguk orang yang sedang sakit itu adalah perbuatan yang sangat terpuji. Jawabannya sederhana, karena tidak ada emotional attachment antara si sakit dengan kita.

Anak, istri, dan suami yang shaleh/shalehah di saat kita menghadapi sakarotul maut tersebut bukan hanya sibuk mencari dokter, obat, tapi dia juga ambil air wudhu, dibentangkan sajadah, shalat sunnah, berdoa, dan membisikkan, membimbing dengan kalimah tauhid dan kalimah thoyyibah lainnya. Karena memang itulah, hakikat yang kita butuhkan di saat sakarotul maut.

Alangkah sedihnya, di saat kita mengalami puncak kebutuhan, ternyata orang-orang dekat kita tidak paham akan hakikat yang kita butuhkan. Di sinilah pentingnya kesadaran dan kesediaan diri kita untuk melakukan investasi kehidupan, membangun lingkungan dan generasi yang berdimensi kaffah, yaitu insan kamil, insan yang cerdas, santun, dan berkepribadian.

Itulah salah satu makna Ramadhan yaitu sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) dan investasi, karena di dalamnya serangkaian janji Allah SWT menjelaskan terhadap berlipat gandanya amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunah. Marilah kita songsong Ramadhan dengan penuh suka cita, kita siapkan diri ini untuk memasuki Ramadhan dengan perhitungan-perhitungan yang matang. Memang, ibadah tidak hanya soal hitung-menghitung, tapi mendasarinya dengan itu, bukanlah sesuatu yang salah. Semoga. Amin.

Source: Republika Online

Nasihat Indah Bagi Yang Akan Dan Yang Sudah Menikah

Umamah Taghlubiyah, seorang wanita Arab terpandang menasehati anaknya Ummu Iyas binti Auf. Nasehat ini dia sampaikan ketika melepas putrinya itu menuju rumah suaminya saat dia dinikahkan.
Dia berkata, “Wahai anakku, Kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka aku tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ia perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.

Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.

Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesanku. . Jadilah engkau bagaikan budak baginya, maka dia akan berlaku seperti itu pula untukmu.

Anakku, dengarkanlah, aku akan menyampaikan SEPULUH wasiat untukmu. Jagalah wasiat ini. Ia akan menjadi penerang dan bekal bagimu dalam hidup.

Pertama, setia dan patuhlah padanya. Kepatuhanmu padanya akan melahirkan keridhaan Allah SWT.

Kedua, qana’ahlah dengan apa yang diberinya. Sikap itu akan melahirkan ketenangan dalam jiwamu.

Ketiga, peliharalah pandangannya padamu. Jangan sampai dia melihat padamu sesuatu yang tidak disenanginya.

Keempat, pelihara penciumannya terhadapmu. Jangan sampai dia mencium darimu sesuatu yang tidak mengenakkan hidungnya.

Kelima, Jagalah waktu makannya (bermakna kebutuhan biologis). Sesungguhnya rasa lapar itu bagaikan bara yang bisa membakar kapan saja.

Keenam, jagalah waktu tidurnya. Sesungguhnya gangguan pada waktu tidur bisa menyulut amarah.

Ketujuh, jagalah harta dan rumahnya. Sesungguhnya yang demikian membuatnya menghargaimu.

Kedelapan, pelihara dan hormatilah anak dan keluarganya. Sesungguhnya hal itu melatihmu mengatur segala Sesuatu dengan baik.

Kesembilan, janganlah kamu buka rahasianya. Jika kamu melakukan itu, maka tidak bisa dijamin dia akan menjaga janjinya padamu.

Kesepuluh, janganlah kau melanggar perintahnya. Sesungguhnya yang demikian itu menyulut rasa cemburu dalam hatinya.

Dan perhatikanlah dua perkara. Janganlah kamu menampakkan kebahagiaan padanya jika dia sedang dirundung sedih. Jangan pula engkau menampakkan kesedihan di kala dia berbahagia.

Ketahuilah wahai anakku, sebesar apa penghormatanmu padanya sebesar itu dia akan menyanjungmu. . . Sejauh mana kamu bisa menyesuaikan pandanganmu dengannya seperti itu pula dia akan setia padamu.

Anak gadisku, sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukan itu semua kecuali jika kamu mampu mendahulukan kerihdaannya atas keinginan pribadimu, dan jika kamu mampu mengedepankan hasratnya atas hasratmu. Semoga Allah melimpahkan kebaikan padamu. Selamat jalan.

Nasehat yang sangat berharga dari seorang ibu yang baik. Semoga negeri kita juga punya ibu-ibu yang seperti ini.

NASIHAT RASUL PADAMU WAHAI LELAKI
Dalam khutbah haji wada’ Rasulullah berpesan kepada umatnya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hidup berumah tangga. Rasulullah saw berpesan:

“Ingatlah, berilah pesan yang baik terhadap istri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu jangan berbuat kejam kepada mereka. Janganlah berbuat sesuatu yang melampaui batas kepada mereka, kecuali telah nyata bahwa mereka melakukan kejahatan. Jika memang mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemui mereka di tempat tidur. Jika engkau telah memisahkan mereka dari tempat tidurmu, mereka masih tidak merasa bersalah, maka pukullah mereka dengan pukulan yang ringan yang tidak melukai. Bila mereka taat, janganlah berlaku keras terhadap mereka.”

Ingatlah, sesungguhnya istrimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap istrinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu. Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala kebutuhan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah.” (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Orang yang paling baik budi pekertinya adalah yang paling baik perlakuannya terhadap istrinya” (HR At Tirmidzi)

“Janganlah seorang mukmin memarahi istrinya ataupun seorang wanita beriman. Jika tidak suka terhadap salah satu sifatnya, maka pasti ada sifat lainnya yang menyenangkan. Dunia ini adalah suatu kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang shaleh” (HR Muslim).

Doa Orang Yang Menderita Kesedihan Mendalam

Tausiyah oleh Ust. Ihsan Tandjung

Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah dinamika kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min dzalika).

Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.

Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.

????????? ???????? ????????????? ??????????? ???????? ??????? ????? ???????? ??????? ??????????? ??????????

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.

Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:

“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:

Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.

Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.

Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:

???????? ???????? ?????????? ???????????

”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)

Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.

Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

???? ????? ?????????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????

???????? ??? ??????? ????????? ???? ??????? ?????? ??????? ???????????? ??????????

“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.” (HR Muslim).

Virus dan Registry Windows

Beberapa waktu yang lalu laptop terkena virus, karena kurang hati-hati saya memasukan flashdisk dan ketika autorun membuka flashdisk langsung aktif deh virusnya menginfeksi laptop. Saya mencoba men-scan seluruh harddisk laptop dan menghapus virus tersebut dan ternyata virusnya bisa terhapuskan, tetapi masalahnya tidak berhenti sampai disitu ternyata virus tersebut telah mengacak-acak registry windowsnya. Efeknya, utility wondows seperti task manager, registry editor dan yang lainnya tidak dapat dijalankan, dan program seperti antivirus langsung ter-delete ketika dijalankan.
Oke kemudian saya mencoba mencari solusinya dan ada beberapa source yang kemungkinan bisa membantu saya, yang pertama dengan menjalankan sebuah script yang akan me-restore registry windows yg telah diacak-acak virus tersebut, saya mendapatkan solusi tersebut disini. Saya kemudian coba menjalankan script tersebut tetapi ternyata script tersebut malah tidak dapat berjalan dengan semestinya.
Pikirku satu-satunya jalan adalah dengan mencari cara untuk dapat menjalankan registry editor dan menghapus konten registry yang ditulis oleh virus, dan ternyata bisa dengan menjalankan perintah

REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 0 /f

Setelah masuk ke registry editor langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah dengan mencoba memahami script yang me-restore registry, dari situ terlihat konten registry yang mencurigakan yang kemungkinan ditulis oleh virus. Contoh konten registry yg mencurigakan seperti ini:

Hsmwci = "HKLM\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\"
Hsmwci&"taskmgr.exe" -> Debugger rundll32.exe
Hsmwci&"PCMAV-CLN.exe" -> Debugger cmd.exe /c del

Dan akhirnya saya hapus semua konten registry yang mencurigakan tersebut, Alhamdulillah semua utility windows dapat berjalan kembali tanpa masalah. Walaupun sangat menjengkelkan dan merepotkan karena virus ini, tapi saya bersyukur karena dapet pengetahuan mengenai registry windows. Terakhir, saya membersihkan virus-virus di flashdisk dengan men-delete langsung melalui ubuntu linux, memang top deh linux.

Kamus Pekerja Kantoran (2)

PANTRY
Seharusnya sih tempat persiapan para OB untuk bikin kopi, nyiapin sarapan dan sejenisnya. Tapi sesuai kebutuhan dan kreatifitas daya khayal karyawan, ruangan ini bisa menjadi multifungsi sebagai smoking room, gossip room, breast pump room, dan room2 bagi komunitas underground lainnya. Pokoknya dari semua ruangan, pantry adalah ruangan paling top!

OB (OFFICE BOY)
Para malaikat penyelamat. Pahlawan tanpa tanda jasa. Percayalah, bila tak ada OB , niscaya hancur seluruh kegiatan ekonomi perusahaan. Telepon boleh mati. Fax boleh rusak. Tapi kalo OB sakit? Stress menghinggapi seluruh kantor.

MESSENGER
Teman seperjuangan OB.. nasibnya-nya kurleb sama dengan OB. Tapi bedanya mesangger lebih mobile karena tugasnya mengantarkan dokumen2 penting. Pekerjaan nan mulia sungguh. Walau terkadang jadi korban tangan2 karyawan jahil yang ingin menitipkan kado ke pacar yg letak kantornya (sangat amat) berjauhan.

JOBDESC
Stands for Job Description. . Detail pekerjaan karyawan yang dituang dalam kontrak kerja. 80% dari JobDesc biasanya dianggap sepele dan dicuekin. Sebaliknya, apabila gaji dipotong 80% malah akan menjadi bencana & malapetaka.

TOILET

Selain tempat buang hajat n dandan, toilet bisa menjadi ruangan pemersatu umat.. Dimana sekali seminggu, sebulan, setahun atau bahkan seumur hidup si kasta rendah bisa berada satu ruangan dengan si kasta agung (kalo beruntung malah dalam keadaan celana melorot, dasi kena kencing, kolor longgar, lagi ngeden, bau kentut dsb)

YM-an

Sejatinya, YM bisa berguna sebagai data transfer device yang sangat effisien tanpa harus melibatkan kehadiran flash disc. Namun ditangan2 orang yg tidak bertanggung jawab, alat ini berubah fungsi menjadi tempat pembicaraan kaum underground mengenai bentuk muka si bos yang aneh, ketidak puasan kebijakan management, sampai janji kencan after work antar oknum lain divisi.

SOUNDING
Istilah untuk pemberitahuan sesuatu yang harus di-up-dated kepada divisi2 yg bersangkutan. Walopun harusnya bersifat tulisan dan resmi, namun di tangan karyawan kebanyakan, sounding selalu bersifat verbal / oral Sehingga pada akhirnya yang terjadi buka up dated yang didapat melainkan word up atau malah fist up…(baca : tuduh2an / lempar2an) alamakjan.

CC & REPLY ALL
Istilah email yang selalu jadi bahan pembelaan nomor satu apabila proses sounding menjadi kisruh.. Berdoa aja emailnya beneran nyampe, bukan maeler daemon atau lebih parah lagi masih ada di draft folder, hehehe.

MAN BEHIND THE DESK / ORANG KANTORAN
Ledekan para tenaga operasional lapangan kepada karyawan administrasi, apalagi yang berdasi. Namun karyawan adminstrasi menyikapi dengan bijak, berupa keputusan tahan gaji, memotong uang lembur atau penyulitan administrasi kasbon dan cuti.. Dengan alasan cerdas yang bersifat sangat teknis nan membingungkan tentunya.

AFFAIR
Bahasa indonesianya : SELINGKUH artinya (some might says) SELingan INdah KeluarGa UtuH. Salah satu dari sangat sedikit hal yang membuat semangat datang ke kantor.

FOLLOW UP

Kegiatan yang paling enak diucapin namun paling males dilakuin.

CONCERN
Bentuknya macem2 ada Tax Concern, Managemet Concern. Salary Concern, Employees Concern Namun apapun dan bagaimanapun bentuknya, concern2an ini pasti berujung dengan meeting nan membosankan yang sangat menguras waktu dan tenaga.

KASBON
Selamat hari ini. Celaka hari esok.

REIMBURSEMENT
Kata benda yang sangat diharap2kan kehadirannya oleh karyawan. Terutama bagi karyawan yang sangat mengabdi pada perusahaan. Karena bagi lidah orang Indonesia kata ini sangant sulit dilafalkan, maka dapat disingkat menjadi rembes atau rembesan. Contoh :

“Eh cuy, rembesan gw dah keluar belom?
“Belom nih cong, masih nyangkut di plafon”
“Dipercepat dong. Bokek nih”
“Beres. Jangan lupa traktirannya ya. Udah gw bantuin nih. Lo kan tau si bos paling lama soal begituan”

Jadi, reimbursement juga dapat menjadi semacam pungutan liar bagi bagian keuangan.

I HATE MONDAY
Terucap seminggu sekali. Biasanya di Senin pagi pukul 6. Hidup terasa berat & membosankan. Apalagi kalau pekerjaan menumpuk & jadwal meeting yg padat ada di depan mata.

MIDWEEK MADNESS
Ngambil istilah dari acara Rock MTV tahun 90-an. Saking annoyingnya gw males ngejelasinnya. Pokoknya pasti pada ngarti dah ya.

THANKS GOD IT’S FRIDAY
Hari dimana 925 sama sekali gak berlaku. Istirahat 2 jam, dengan alasan solat jumat. Padahal malah ngelayap ke Gramedia / Gunung Agung. Karyawan wanitapun gak mo kalah dengan merayakan jumat siang dengan shopping dan makan siang di ujung dunia. Kayaknya bahagiaaaaa bgt!

ANNUAL LEAVE
Sesuat yang lebih ditunggu2 kehadirannya. Saking kreatifnya, karyawan bisa mengatur jadwal cutinya sesuai dengan keluarnya bonus sekaligus ketika pas kejadian proyek lagi ribet2nya. Hebat…hebat…

LONG WEEKEND
Gak ada kata yg tepat untuk mendeskripsikan kalimat ini kecuali : Anugerah Yang Terindah Yang Pernah Kumiliki by Sheila on Seven