<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Illumination &#187; islam</title>
	<atom:link href="http://irpan.csui02.net/blog/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irpan.csui02.net/blog</link>
	<description>Life Through The Light</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 04:43:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rencana Tuhan Itu Indah</title>
		<link>http://irpan.csui02.net/blog/2009/12/30/rencana-tuhan-itu-indah/</link>
		<comments>http://irpan.csui02.net/blog/2009/12/30/rencana-tuhan-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 08:32:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dienul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irpan.csui02.net/blog/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.</p>
<p>Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”</p>
<p>Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, ” anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. “</p>
<p>Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.</p>
<p>Kemudian ibu berkata:”Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.“</p>
<p>Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; “Allah, apa yang Engkau lakukan? ” Ia menjawab: ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”</p>
<p>Kemudian Allah menjawab,” Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.”</p>
<p>*Semoga kita semua bisa kuat dan sabar dalam menghadapi segala sesuatu ketika hidup, serumit apapun itu.. karna mungkin Tuhan telah merencanakan sesuatu yang jauuhhh lebih indah untuk kita, suatu saat nanti&#8230; entah di dunia ataupun dkehidupan setelah itu&#8230; Amiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irpan.csui02.net/blog/2009/12/30/rencana-tuhan-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teka-Teki Imam Ghazali</title>
		<link>http://irpan.csui02.net/blog/2009/12/15/teka-teki-imam-ghazali/</link>
		<comments>http://irpan.csui02.net/blog/2009/12/15/teka-teki-imam-ghazali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 02:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dienul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irpan.csui02.net/blog/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[ 	Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka-Teki ) :
Imam Ghazali = &#8221; Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?&#8221;
Murid 1 = &#8221; Orang tua &#8221;
Murid 2 = &#8221; Guru &#8221;
Murid 3 = &#8221; Teman &#8221;
Murid 4 = &#8221; Kaum kerabat &#8221;
Imam Ghazali = &#8221; Semua jawaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka-Teki ) :</p>
<p>Imam Ghazali = &#8221; Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8221; Orang tua &#8221;<br />
Murid 2 = &#8221; Guru &#8221;<br />
Murid 3 = &#8221; Teman &#8221;<br />
Murid 4 = &#8221; Kaum kerabat &#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8221; Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati&#8221; ( Surah Ali-Imran :185).</p>
<p>Imam Ghazali = &#8221; Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8221; Negeri Cina &#8221;<br />
Murid 2 = &#8221; Bulan &#8221;<br />
Murid 3 = &#8221; Matahari &#8221;<br />
Murid 4 = &#8221; Bintang-bintang &#8221;<br />
Iman Ghazali = &#8221; Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama&#8221;.</p>
<p>Iman Ghazali = &#8221; Apa yang paling besar didunia ini ?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8221; Gunung &#8221;<br />
Murid 2 = &#8221; Matahari &#8221;<br />
Murid 3 = &#8221; Bumi &#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8221; Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A&#8217;raf: 179) Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.&#8221;</p>
<p>IMAM GHAZALI = &#8221; Apa yang paling berat didunia? &#8221;<br />
Murid 1 = &#8221; Baja &#8221;<br />
Murid 2 = &#8221; Besi &#8221;<br />
Murid 3 = &#8221; Gajah &#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8221; Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.&#8221;</p>
<p>Imam Ghazali = &#8221; Apa yang paling ringan di dunia ini ?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8221; Kapas&#8221;<br />
Murid 2 = &#8221; Angin &#8221;<br />
Murid 3 = &#8221; Debu &#8221;<br />
Murid 4 = &#8221; Daun-daun&#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8221; Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat &#8221;</p>
<p>Imam Ghazali = &#8221; Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? &#8221;<br />
Murid- Murid dengan serentak menjawab = &#8221; Pedang &#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8221; Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri &#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irpan.csui02.net/blog/2009/12/15/teka-teki-imam-ghazali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Dia Manusia Biasa</title>
		<link>http://irpan.csui02.net/blog/2009/10/23/karena-dia-manusia-biasa/</link>
		<comments>http://irpan.csui02.net/blog/2009/10/23/karena-dia-manusia-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 08:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dienul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>
		<category><![CDATA[ngga jelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irpan.csui02.net/blog/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir manusiawi lah ). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir manusiawi lah ). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Sayatidak ingin melihatnya menangis lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.<br />
Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa.<br />
Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal.<br />
Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan Perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.<br />
Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya.<br />
Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Adabanyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya.Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.<br />
“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.<br />
“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.<br />
“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya.<br />
Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop suratperusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti.<br />
Eeh, dianya malah ngikik geli.<br />
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.<br />
“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada YTH</p>
<p>Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya<br />
dan calon kakak buat adik-adik saya.<br />
Di tempat</p>
<p style="text-align: justify;">Assalamu’alaikum Wr Wb<br />
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon<br />
bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan<br />
dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu<br />
sampai selesai. Saya, yang bernama …… menginginkan<br />
anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan<br />
siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya<br />
punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti<br />
saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya<br />
akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi<br />
kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang<br />
masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti<br />
akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu<br />
berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan<br />
dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang<br />
punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya<br />
menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk<br />
menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan<br />
saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa<br />
saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau<br />
membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar<br />
menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti<br />
dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu<br />
suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha<br />
sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa<br />
saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu<br />
kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh<br />
berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih<br />
anda.Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah.<br />
Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan<br />
agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani<br />
menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat<br />
mungkin menjadi lebih baik dari saat ini. Saya mohon<br />
sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada<br />
saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1<br />
bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita<br />
tempuh ini. Amin
</p>
<p style="text-align: justify;">Wassalamu’alaikum Wr Wb</p>
<p style="text-align: justify;">Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. surat cinta minimalis, saya menyebutnya. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan. “Kenapa kamu memilih dia.” “Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.” “Maksudnya?” “Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan ? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel.<br />
Hahaha.” “Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udahtidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.<br />
“Gik…” “Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih. Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Dini atkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA.</p>
<p>Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa).</p>
<p>Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.
</p>
<p style="text-align: justify;">source: <a href="http://faried.blog.unair.ac.id/2008/10/08/karena-dia-manusia-biasa-renungan-menikah">http://faried.blog.unair.ac.id/2008/10/08/karena-dia-manusia-biasa-renungan-menikah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irpan.csui02.net/blog/2009/10/23/karena-dia-manusia-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filosofi Pensil</title>
		<link>http://irpan.csui02.net/blog/2009/09/30/filosofi-pensil/</link>
		<comments>http://irpan.csui02.net/blog/2009/09/30/filosofi-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 02:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dienul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irpan.csui02.net/blog/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya&#8221; (Pepatah Jepang)
Tulisan ini menceritakan kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya, maka, beberapa wejanganpun diberikan kepada si pensil.
Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya&#8221; (Pepatah Jepang)</p>
<p>Tulisan ini menceritakan kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya, maka, beberapa wejanganpun diberikan kepada si pensil.</p>
<p>Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya, &#8220;Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apapun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat menulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis seperti macet atau rusak, maka tugas utamamu gagal.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi lebih optimal&#8221;</p>
<p>&#8220;Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia&#8221;</p>
<p>&#8220;Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu&#8221;</p>
<p>“Kelima, bila kamu membuat kesalahan, jangan pernah ragu untuk secepatnya menggunakan penghapus yang ada dalam dirimu untuk menghapus kesalahan itu.”</p>
<p>&#8220;Keenam, di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat&#8221;.<br />
Sejak itulah, pensil itupun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.</p>
<p>Kisah pensil ini mengingatkan tujuan dari kehadiran manusia ke dunia ini. Setiap mamusia seharusnya meyakini, bukanlah tanpa sebab ia diciptakan dan dilahirkan, dengan demikian, kehadirannya di dunia ini harus menggenapi dan menyelesaikan tujuannya.</p>
<p>Seperti pensil itu, tujuan manusia dihadirkan oleh Pembuatnya (Tuhan) ke dunia adalah untuk membantuNya menghasilkan ‘tulisan’ (karya) yang indah dan berguna. Untuk mencapai tujuan itu, manusia harus menjaga dirinya agar tidak ‘macet dan rusak’ (tersesat) menyadari bahwa ‘penajaman menyakitkan’ (hambatan) yang dialami merupakan proses agar dirinya dapat berfungsi lebih optimal; mengimani bahwa ‘yang di dalam dirinya’ adalah yang terutama; saling menolong antar sesamanya; mengintrospeksi diri; membina diri .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irpan.csui02.net/blog/2009/09/30/filosofi-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bacaan Bilal Pada Sholat Tarawih dan Witir</title>
		<link>http://irpan.csui02.net/blog/2009/09/10/bacaan-bilal-pada-sholat-tarawih-dan-witir/</link>
		<comments>http://irpan.csui02.net/blog/2009/09/10/bacaan-bilal-pada-sholat-tarawih-dan-witir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 03:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maulana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dienul Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irpan.csui02.net/blog/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Tarawih , Dikerjakan seperti shalat biasa lainnya baik mengenai bacaannya maupun gerakan-gerakannya, pada setiap dua rakaat ditutup dengan salam. Setelah selesai shalat tarawih lalu diteruskan dengan shalat witir, sekurang-kurangnya satu rakaat tetapi pada umumnya dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam atau satu salam.
Adapun surat yang dibaca sesudah Al-Fatihah pada tiap2 rakaat boleh surat apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Shalat Tarawih , Dikerjakan seperti shalat biasa lainnya baik mengenai bacaannya maupun gerakan-gerakannya, pada setiap dua rakaat ditutup dengan salam. Setelah selesai shalat tarawih lalu diteruskan dengan shalat witir, sekurang-kurangnya satu rakaat tetapi pada umumnya dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam atau satu salam.<br />
Adapun surat yang dibaca sesudah Al-Fatihah pada tiap2 rakaat boleh surat apa saja yang dekehendaki, tetapi diutamakan pada setiap rakaat yang kedua sesudah membaca surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas.</p>
<p style="text-align: justify;">Lafaz niat shalat Tarawih :<br />
“USHALLI SUNNATAN TARAWIIHI RAK’ATAINI (IMAAMAN/MA’MUUMAN)* LILLAAHI TA’AALAA”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Aku niat shalat Tarawih dua rakaat (jadi imam/ma’mum) karena Allah Ta’ala”<br />
*diucapkan kalo shalatnya berjama’ah, kalo sendiri mah ga usah disebut…
</p>
<p style="text-align: justify;">Mulai dibawah ini dibaca kalo shalatnya berjama’ah di masjid. Ketika hendak mengerjakan shalat Tarawih, maka bilal dan ma’mum membaca bersama-sama sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">“SUBHAANAL MALIKIL MA’BUUDI, SUBHAANAL MALIKIL MAUJUUDI, SUBHAANAL MALIKIL HAYYIL LADZII LAA YANAAMU WALAA YAMUUTU WALAA YAFUUTU ABADAN SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUNAA WARABBUL MALAAIKATI WARRUUHI,  SUBHAANALLAAHI WAL HAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBARU WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADHIIMI”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Maha suci Allah yg memiliki alam dan yg di sembah Maha suci Allah yg memiliki lagi Maha Hidup dan tiada Mati dan tiada hilang selama-lamanya. Maha Suci Maha Quddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh, Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah, Tuhan yang Maha Tinggi lagi Agung”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian bilal membaca shalawat :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan kita Nabi Muhammad”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dijawab para jama’ah :<br />
“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).
</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu bilal membaca shalawat lagi :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA WAMAULAANA MUHAMMADIN”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada junjungan kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dijawab para jama’ah :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian bilal membaca shalawat lagi :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA WANABIYYINAA WAHABIIBINA WASYAFII’INAA WADZUHRINAA WAMAULAANAA MUHAMMADIN”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kita. Nabi kita, kekasih kita, dan yang mensyafaatkan kita (kelak) dan pertaruhkan kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dijawab para jama’ah :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bilal mengucapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">“ASHSHALAATUT TARAAWIIHI RAHIMA KUMULLAAHU”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Kerjakanlah shalat Tarawih semoga Allahmelimpahkan rahmat kepada kamu sekalian”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian imam serta para jama’ah berdiri untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat, sebagai shalat Tarawih dua rakaat yang pertama. Sesudah salam pada dua rakaat yang pertama, bilal bersama jama’ah mengucapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">“FADL-LAM MINALLAAHI WANI’MATAN WAMAGHFIRATAN WARAHMATAN LAA ILAAHA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYII WAYUMIITU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Kemurahan Allah dan Nikmat-Nya dan ampuanan serta rahmatNya semoga dilimpahkan kepada kita, tidak ada Tuhan melainkan Allah, Ia Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan dan bagiNya segala puji, dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatuNya Maha Kuasa”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu bilal membaca shalawat seperti tersebut diatas, dan para jama’ah menjawabnya dengan “ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”. Lalu imam serta para jama’ah berdiri lagi untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat, sebagai shalat Tarawih dua rakaat yang kedua. Selesai salam pada rakaat yang keempat, bilal bersama-sama para jama’ah membaca : “SUBHAANAL MALIKIL MA ‘BUUDI……….. sampai selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehabis itu bilal membaca shalawat seperti tersebut diatas dan para jama’ah menjawab dengan “ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bilal mengucapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALBADRUL MUNIIRU SAYYIDUNAA MUHAMMADUN SHALLUU ‘ALAIHI”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Bulan purnama yang bersinar kemilauan, junjungan kita Nabi Muhammad, bershalawatlah kamu semua atasnya”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu imam serta para jama’ah berdiri lagi untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat, sebagai shalat Tarawih dua rakaat yang ketiga. Selesai salam pada rakaat yang keenam maka bilal beserta para jama’ah mengucapkan “FADL-LAM MINALLAAHI WANI’MAH………….. sampai selesai seperti tersebut diatas. Lalu para jama’ah menjawab “ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”. Lantas Imam beserta para jama’ah berdiri untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat yang keempat. Selesai salam pada rakaat kedelapan kemudian bilal dan para jama’ah membaca “SUBHAANAL MALIKIL MA’BUUDI……. Sampai selesai. Lalu para jama’ah menjawab dengan ucapan : “ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”. Sehabis itu bilal megucapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALKHALIIFATUL UULA AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ABUU BAKRINISH SHIDDIIQ”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Khalifah yang pertama amiirul mu’miniin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian para jama’ah menjawab :</p>
<p style="text-align: justify;">“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya selesai salampada rakaat yang kesepuluh, maka bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keenam. Selanjutnya selesai salam pada rakaat yang kedua belas, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian bilal membaca :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALKHALIIFATUTS TSAANIYYATU AMIIRULMU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘UMARUBNUL KHATHTHAB”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Khalifah yang kedua Amiirul Mu’miniin penghulu kami ‘Umar bin Khathab”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dan dijawab para jama’ah “</p>
<p style="text-align: justify;">“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya selesai salam pada rakaat yang keempat belas, bilal beserta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat keenam. Selesai salam yang keenam belas, bilal beserta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai dalam pada rakaat yang keempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian bilal membaca :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALKHALIIFATUTS TSAALITSATU AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘UTSMAANABNU ‘AFFAAN”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Khalifah yang ketiga amiirul mu’miniin penghulu kami Usman bin Affan”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dan para jama’ah menjawab :</p>
<p style="text-align: justify;">“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai salam pada rakaat yang kedelapan belas, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keenam. Dan selesai salam yang kedua puluh, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian bilal mengucapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALKHALIIFATUR RAABI’ATU AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘ALIYYIBNI ABII THAALIB”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Khalifah yang keempat amiirul mu’miniin penghulu kami ‘Ali Ibnu Abi Thalib”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dijawab para jama’ah :</p>
<p style="text-align: justify;">“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.</p>
<p style="text-align: justify;">kalau salat sendiri, keknya ga usah dibacain deh yang diatas itu, tapi terserah sih….</p>
<p style="text-align: justify;">Do’a sesudah shalat Tarawih.</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA RIDLAAKA WALJANNATA WANA’UUDZU BIKA MIN SAKHATIKA WANNAARI ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ ANNAA WAWAALIDAINAA WA’AN JAMII’IL MUSLIMIINA WALMUSLIMAATI BIRAHMATIKA YAA AR-HAMAR RAAHIMIIN”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah, kami memohon kehadirat-Mu untuk mendapatkan keridhaanMu dan surge-Mu. Dan kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan dari siksa neraka. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka mengampuni, sebab itu ampunilah kami dan ampunilah kedua orang tua kai serta seluruh kaum muslimin dan muslimat dengan kasih saying-Mu wahai Tuhan yang Maha Penyayang”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian membaca do’a :</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMAJ’ALNAA BIL IIMAANI KAAMILIINA. WALIFARAA-IDLIKA MU-ADDIINA WA-ALASH SHALAWAATI MUHAAFIDHIINA. WALIZZAKAATI FAA’ILIINA WALIMAA ‘INDAKA THAALIBIINA. WALI-AFWIKA RAAJINA, WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA. WA-ANIL LAGHWI MU’RIDLIINA WAFID DUNYAA ZAAHIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WABIL QADLAA-I RAADLIINA, WABIN NA’MAA-I SYAAKIRIINA. WA-ALAL BALAA-I SHAABIRIINA WATAHTA LIWAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASAI LAMA YAUMAL QIYAAMATI SAAIRIINA WA’ALAL HAUDLI WAARIDIINA, WAFIL JANNATI DAKHILIINA. WA-ALAA SARIIRATIL KARAAMATI QAA’IDIINA. WABIKHUURIN ‘IININ MUTAZAWWIJIINA WAMIN SUNDUSIN WAISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTA-LABBISIINA WATHA’AAMIL JANNATI AAKILIINA. WAMIN LABANIN WA’ASALIN MUSHAFFIINA SYAARIBIINA BIAKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA’SIN MIM MA’IININ MA’AL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM MINAN NABIYYIINA WASH SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH-SHAALIHIINA WAHASUNA ULAA-IKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADLLU MINALLAAHI WAKAFAA BILLAAHI ‘ALIIMA. WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Shalat Witir, Shalat yg bilangan rakaatnya ganjil, boleh dikerjakan satu rakaat salam, dua rakaat salam dan satu rakaat salam, atau bias juga tiga rakaat salam, 5, 7, 9, 11.</p>
<p style="text-align: justify;">Lafadz niat shalat Witir dua rakaat salam :</p>
<p style="text-align: justify;">“USHALLII SUNNATAL WITRI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Aku niat shalat sunnat Witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Lafadz niat shalat Witir yang terakhir satu rakaat :</p>
<p style="text-align: justify;">“USHALLII SUNNATAL WITRI RAK’ATAN LILLAAHI TA’AALAA”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Aku niat shalat sunnat Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Lafadz niat shalt Witir tiga rakaat :</p>
<p style="text-align: justify;">“USHALLLII SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA’AA-TIN LILLAAHI TA’AALAA”.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Aku niat shalat sunnat Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Doa sesudah shalat Witir.</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA IIMAANAN DAA-IMAN, WANAS-ALUKA QALBAN KHAASYI’AN, WANAS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN, WANAS-ALUKA YAQIINAN SHAADIQAN, WANAS-ALUKA ‘AMALAN SHAALIHAN, WANAS-ALUKA DIINAN QAYYIMAN, WANAS-ALUKA KHAIRAN KATSIIRA, WANAS-ALUKAL ‘AFWA WAL’AAFIYATA, NAS-ALUKA TAMAAMAL ‘AAFIYATI, WANAS-ALUKASY SYUKRA ‘ALAL ‘AAFIYATI, WANAS-ALUKAL GHINAA-A ‘ANIN NAASI, ALLAAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WATAKHASYSYU ‘ANAA WATADLARRU ‘ANAA WATA ‘ABBUDANAA WATAMMIM TAQSHIIRANAA YAA ALLAHU YAA ALLAAHU YAA ALLAAHU YAA ARHAMAR RAAHIMIIN. WASHALLALLAAHU ‘ALAA KHAIRI KHALQIHII MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WASHAHBIHII AJMA’IINA WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.</p>
<p style="text-align: justify;">artinya :<br />
“Ya Allah, ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang lenggeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyu’, dan kami mohon kepada-Mu diberi ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shalih dan mohon tetap dalam agama islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan. Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyu’ kami, dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat, ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, semoga Allah member kesejahteraan atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, atas keluarga dan semua sahabatnya, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.
</p>
<p style="text-align: justify;">Do’a yang biasa dibaca dalam shalat Tarawih “</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNII 3X<br />
“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA RIDLAAKA WALJANNATA WANA’UUDZU BIKA MIN SAKHATIKA WANNAARI 3X</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya :<br />
“Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang member ampun, dan Engkaulah Tuhan yang suka member ampun, karena itu ampunilahhamba, ya Allah, hamba mohon keridlaan-Mu/sorga dan hindarkanlah hamba dari kemurkaan-Mu dan api neraka”.
</p>
<p style="text-align: justify;">source: http://www.heuristiceka.co.cc/2009/08/bacaan-bilal-pada-sholat-tarawih-dan.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irpan.csui02.net/blog/2009/09/10/bacaan-bilal-pada-sholat-tarawih-dan-witir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
